Kamis, 18 Desember 2008

DEKORASI RUMAH DAN INTERIOR

Dekor Rumah Gaya Suka-suka

Menjelang persiapan kami pindah ke rumah baru bulan depan, yang sudah kami lakukan adalah:
1. memastikan polycarbonat di bagian belakang rumah tidak bocor, dengan cara menambahkan lapisan anti air dan sealer.
2. memperbaiki canopy diatas carport dan memperkuatnya dengan sekrup baru.
3. memasang exhaust fan di atas plafond kamar mandi.
4. memesan kitchen set
5. memesan perabot : sofa, meja+kursi puff, meja tatami, tempat tidur, rak TV dan ambalan-ambalan.
6. memesan tirai roman blind untuk 3 buah jendela.

Luas bangunan yang mungil, kami siasati dengan memesan perabot yang custom-made alias dibuat pas sesuai ukuran ruangan, rata-rata mungil dan modelnya simpel. Selain itu, ada cara untuk menghemat ruangan, yakni dengan memesan dua kursi puff mini yang bisa dimasukkan ke dalam meja. Nantinya kedua kursi itu hanya akan dibuka dari tempatnya kalo ada tamu yang datang, kalo ngga ada tamu, ya kita cukup bersantai dengan sofa. Karena tidak ada ruangan khusus yang bisa dijadikan gudang, maka kami memesan tempat tidur yang dibawahnya dipenuhi laci-laci penyimpanan...irit tempat dan praktis. Untungnya, kami diberi rekomendasi seorang tukang kayu yang bisa membuat perabot custom-made dengan harga yang lumayan terjangkau. meski materi kayu memang harus realistis, yakni dengan kayu jati belanda yang relatif murah. Well, setidaknya bukan bahan multipleks atawa serutan kayu. Buat kami, yang penting terbuat dari kayu solid, itu cukup.

Daan, setelah satu bulan menanti, akhirnya pesanan kami rampung juga. Ini dia hasilnya..

hmm..kitchen set yang sengaja kami pesan dengan warna dasar kayu dan dipernis, terlihat cantik. Apalagi ukuran-ukuran kotak yang khusus dibuat untuk memasang cooker hood dan microwave juga pas...alhamdulilah,..hehehe...laci piring built-in pun sesuai dengan yg kami inginkan..!!

Tempat tidurnya kerasa gedee banget di kamar kami yang mungil...salut buat Kang Yudi, sang koordinator tukang yang bisa mengubah kayu berwarna terang, menjadi solid dark alias coklat gelap (nyaris hitam)...sesuai dengan pilihan kami. "itu ngabisin bahannya lebih banyak" tuturnya. lengkap dengan 9 buah laci...waow...lumayan, buat nyimpen buku, bantal extra, sprei, atau pernik lainnya nanti.

Rak TV sengaja kami buat melayang, selain berkesan minimalis, ini juga memudahkan menyapu en mengepel lantai di bawahnya...syiip deeh...meja tatami untuk meja makan dan meja kursi puff sesuai harapan, tinggal nyari bantal2 tatami-nya nih..dimana yaa nyarinya? ada yang tau ngga?

Selanjutnya ambalan-ambalan buat majang buku dan foto...secaraa yang punya rumah dua-duanya narsis..apalagi aku punya puluhan buku yang siap nangkring disitu.hehehe...
Sementara yg udah bisa diliat adalah ruang tamu, yg sekaligus ruang keluarga kami. Yup, karna rumahnya mungil, kami sepakat mencontek konsep apartemen yang ringan dan praktis. Kalo ada tamu, tinggal tarik puff, kalo ga ada, puff dimasukkan ke dalam meja dan tinggal santai di sofa sambil nonton TV deh.hehe.. Kami memilih warna merah marun untuk menjadi tema di ruang tamu. Sofa ini adalah jenis sofabed yang bisa digelar menjadi tempat tidur, jika sewaktu-waktu ada saudara yang menginap. Untuk bahan busa, kami memilih yang yellow, ini adalah kualitas bahan yang terbaik, jika dibanding bahan super (yg dipakai tukang sofa pada umumnya). Harga memang sedikit lebih mahal, tapi untuk yang satu ini, kami lebih mementingkan kualitas.
Lihat garis tirai kami. ini namanya model roman blind. tinggal ditarik keatas dan ke bawah.. kami sepakat tidak memakai tirai yang berjuntai...alasannya, biar praktis dan minimalis..motif garis dan warna marunnya..seruu kan?

well, namanya juga manusia, banyak banget pengennya...hehe..tapi, sementara ini dulu deh. apalagi kamar belakang juga belum tersentuh. Kami mau nabung lagi aah..

pe-er selanjutnya:

1. mencari bantal tatami (untuk meja makan lesehan)
2. mencari lampu lampion untuk ruang tamu (ukuran sedang)
3. mencetak foto diatas kanvas untuk dipajang di atas tempat tidur
4. mencari lukisan or kaca untuk dipajang di atas sofa.
5. merenovasi taman depan dll..

duuh, banyak maunya..menata rumah emang kegiatan paling seru...it's like, everyday we have something to look forward to...abis ini apa ya? oh ya, pernik yang itu lucu ya? it gives u lots of energy...energi untuk berhemat dan menabung...hahahaha..

Oleh RUMAH DEKOR

Minggu, 14 Desember 2008

Rumah Bernuansa Islami

Interior & Dekorasi Rumah Bernuansa Islami

Rumahku Surgaku. Barangkali pepatah itulah yang pas untuk menggambarkan “Griya Pinaringan Gusti”, sebuah rumah milik pasangan suami istri Pudjo Nugroho dan Effie Sulistijowati, yang berkonsep Islami dengan interior bergaya Jawa. Rumah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat peristirahatan keluarga saja, tapi juga dimaksudkan sebagai pusat kegiatan ibadah, dan tempat usaha. Sungguh sebuah konsep hunian yang menarik. Seperti apa desain dari rumah yang penuh dengan filosofi ini? Berikut liputannya…

Terlahir sebagai orang Jawa, Effie tetap mempertahankan filosofi masyarakat Jawa, ketika membangun huniannya. Pandangan hidup masyarakat Jawa adalah adanya kesatuan antara ALAM, MASYARAKAT, dan TUHAN. Kesatuan pripsip yang mewarnai kehidupan masyarakat Jawa, yaitu adanya pekerjaan, interaksi dengan masyarakat, dan kekuatan Ilahi menjadi warna yang seluruhnya diterapkan menjadi satu kesatuan yang menyeluruh dalam huniannya – sebagai tempat istirahat, tempat usaha, juga pusat kegiatan Majelis Ibadah dan Dakwah.

Rumah ini dibangun di atas tanah seluas 1350 cm, dengan interior Jawa dan konsep Islam. Menggambarkan keseimbangan antara hubungan dengan Sang Pencipta, dan hubungan antara manusia. Dasar pemikiran pembangunan rumah ini adalah konsep dari Kanjeng Sunan Kalijogo dan Kanjeng Sunan Drajad yang mengatakan bahwa rumah harus bermanfaat bagi diri kita dan juga masyarakat.

~ The Entrance
Pintu utama Griya Pinaringan Gusti ini disebut sebagai gerbang ibadah. Pintu ini merupakan jalan bagi orang yang datang beribadah menuju pendopo utama. Pintu ini akan terbuka terus, mulai subuh sampai isya – yang merupakan wujud hati penghuni yang terbuka dengan tulus dan tidak membatasi dan membedakan siapa pun yang hadir untuk ibadah.

~ The Pendopo
Pendopo Utama disediakan untuk kegiatan ibadah secara vertikal, hubungan manusia dengan Tuhannya. Pendopo ini digunakan sebagai tempat sholat berjamaah dengan para warga, tempat pengajian, tempat pengkajian dan pendidikan Alquran dan TPA.

Pendopo ini ditopang dengan 4 tiang yang disebut dengan istilah “Soko Guru”, yang memiliki 4 fungsi dalam kehidupan, dan merupakan simbol 4 malaikat, yaitu Jibril, Mikail, Izrail, dan Israfil.

~ The Mihrob
Perjalanan spiritual sejati Effie adalah perjalanan sendiri. Mihrob ini adalah salah satu tempat menyendiri, bermunajab memohon kepada Sang Pencipta. Mihrob yang berbentuk panggung dan terbuat dari kayu ini dilengkapi dengan buku-buku untuk memperdalam ilmu agama.

~ The Gallery Jo & Jo
Galeri ini merupakan tempat usaha Effie, sebagai bentuk ikhtiar dalam mencari rejeki di dunia. Galeri ini didesain dengan gaya modern di tengah ruangan Jawa kuno. Ruangan kaca dan warna orange memberikan aksen masa kini.

~ The Music Studio
Studio musik yang terletak di basement ini adalah ruangan tempat berkarya dalam mendukung syiar lewat syair untuk Majelis Ibadah dan Dakwah.

Demikian sebuah rumah yang kental filosofinya menciptakan efek yang luar biasa. Meski griya ini digunakan secara komunal, namun penghuninya berhasil menciptakan privasi maksimal dan memberikan karakter yang kuat pada huniannya.



Google
Google



Penelusuran Lanjutan
Preferensi
Alat Bahasa


Telusuri:







Baru! Google Terjemahan sekarang tersedia untuk Indonesia.

Google.co.id tersedia dalam: English Boso Jowo


Program Periklanan - Serba-serbi Google - Google.com in English

©2008 Google